Monday, July 2, 2018

Ustadz Aku Khilaf Bekerjasama Ketika Haid, Bagaimana Menebus Dosanya?



Berhubungan suami istri yang dicoba dikala istri lagi haid merupakan sesuatu dosa besar. bila perihal itu terlanjur dicoba, apa yang sanggup diperbuat pendamping suami istri buat menebus dosanya?

dalam hadis disebutkan, “seorang laki-laki menjima’ istrinya yang lagi haid, apabila itu dicoba dikala darah haid istrinya bercorak merah hingga dikenai denda 1 dinar, sebaliknya bila dicoba dikala darahnya sudah bercorak kekuningan, hingga dendanya 1/5 dinar. ” (hr. tirmidzi)

tidak hanya denda yang wajib dibayarkan, mereka pula wajib melakukan taubat. perihal ini mencakup 3 perihal, ialah:

memohon ampun pada allah.
menyesali perbuatan dengan sebenar - benarnya.
tidak hendak mengulangi kesalahan tersebut.


butuh di fahami aturan menyetubuhi wanita yang haid ataupun nifas.
baca pula ancaman ghoib dan juga spiritual menaruh tali pusar dan juga menjadikannya obat

para ulama baiklah jika menyetubuhi isteri kala haid ataupun nifas merupakan haram, bersumber pada firman allah:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
maksudnya : “mereka bertanya kepadamu perihal haid. katakanlah: “haid itu merupakan sesuatu kotoran”. oleh alasannya yaitu itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan juga janganlah kalian mendekati mereka, dikala sebelum mereka suci. apabila mereka telah suci, hingga campurilah mereka di daerah yang diperintahkan allah kepadamu. bergotong-royong allah menggemari orang - orang yang bertaubat dan juga orang - orang yang mensucikan diri. ” (qs. Al baqarah: 222)

ayat di atas menarangkan perintah buat menghindari wanita yang lagi haid, artinya merupakan larangan menyetubuhi wanita yang lagi haid, dan juga tidak terdapat salahnya untuk seseorang suami berkumpul dengan isterinya yang lagi haid ataupun nifas dan juga boleh menurutnya melakukan apa aja tidak hanya bersetubuh, sebagaimana hadits berikut

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ الْيَهُودَ كَانُوا إِذَا حَاضَتْ الْمَرْأَةُ فِيهِمْ لَمْ يُؤَاكِلُوهَا وَلَمْ يُجَامِعُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ فَسَأَلَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَىوَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ إِلَى آخِرِ الْآيَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ فَبَلَغَ ذَلِكَ الْيَهُودَ فَقَالُوا مَا يُرِيدُ هَذَا الرَّجُلُ أَنْ يَدَعَ مِنْ أَمْرِنَا شَيْئًا إِلَّا خَالَفَنَا فِيهِ فَجَاءَ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ وَعَبَّادُ بْنُ بِشْرٍ فَقَالَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْيَهُودَ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا فَلَا نُجَامِعُهُنَّ فَتَغَيَّرَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنْ قَدْ وَجَدَ عَلَيْهِمَا فَخَرَجَا فَاسْتَقْبَلَهُمَا هَدِيَّةٌ مِنْ لَبَنٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ فِي آثَارِهِمَا فَسَقَاهُمَا فَعَرَفَا أَنْ لَمْ يَجِدْ عَلَيْهِمَا

dari anas jika apabila seseorang wanita yahudi haid, hingga mereka tidak memberinya makan dan juga tidak mempergaulinya di rumah. para sobat nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sesudah itu bertanya kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. lalu allah merendahkan; “mereka bertanya kepadamu perihal haidh. katakanlah, ‘haidh itu merupakan kotoran’. oleh alasannya yaitu itu, hendaklah kalian menjauhkan dari wanita di waktu haidh; dan juga janganlah kalian mendekati mereka, dikala sebelum mereka suci. apabila mereka telah suci, hingga campurilah mereka itu di daerah yang diperintahkan allah kepadamu. allah menggemari orang - orang yang taubat dan juga menggemari orang - orang yang mensucikan diri. ” (al - baqarah: 222) hingga rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “perbuatlah seluruh suatu kecuali nikah”. kala perihal itu hingga kepada yahudi, mereka mengatakan, “laki - laki ini tidak mau meninggalkan suatu dari problem kita melainkan ia menyelisihi kita. ” lalu usaid bin hudhair dan juga abbad bin bisyr mengatakan, “wahai rasulullah, bergotong-royong kalangan yahudi menyampaikan demikian dan juga demikian, hingga kami tidak menyenggamai kalangan perempuan. ” raut muka rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbeda hingga kami menduga jika beliau telah murka pada keduanya, lalu keduanya keluar, keduanya berangkat berbarengan terdapat hadiah susu yang diperuntukkan nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga beliau kirim utusan buat menyusul kepergian keduanya, dan juga beliau suguhkan minuman buat keduanya. keduanya juga siuman jika beliau tidak murka atas keduanya. ”

pada dasarnya untuk seorang yang menggauli istrinya dalam kondisi haid, cuma diharuskan kepada pribadinya buat bertaubat dan juga beristighfar kepada allah, tanpa wajib keluarkan sedekah bagaikan kafaratnya. tetapi demi kehati - hatian, untuk seorang yang telah menyetubuhi isterinya kala haid ataupun nifas, disamping bertaubat kepada allah, hendaklah pribadinya berupaya keluarkan sedekahnya dengan satu ataupun separuh dinar bagaikan kafaratnya bila allah membagikan kelapangan rizki padanya.



(Sumber :https://beritaberdikari.blogspot.com//search?q=ustadz-saya-khilaf-berhubungan-saat)

Artikel Terkait

Ustadz Aku Khilaf Bekerjasama Ketika Haid, Bagaimana Menebus Dosanya?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email