sejenak bisa jadi kau perhatikan hidupnya yang baik - baik aja, malah nampak senang. sementara itu bila kita memandang terdapat orang yang shalatnya ulet tetapi malah kesulitan dalam hidupnya bertubi - tubi tiba.
apa yang hendak kau simpulkan? apakah berfikir “maaf”, apa keuntungannya shalat? dan juga bila dia, sampai tandanya iman kita sudah goyang, sampai tergelincirlah doktrin kita. nauzubillahi min zalik.
latihlah diri buat tetap beribadah dengan tujun keridhaan allah. itu merupakan salah satu kuncinya. melansir ceramah ustadz yusman.
saudaraku, terdapat insan yang kadangkala bertanya, kenapa sang fulan tidak shalat tetapi senantiasa sukses (dunia) , sebaliknya sang fulan shalat, tetapi tidak kunjung sukses?
jawaban kesatu, shalat jangan diukur dari hasil modul. shalat bukan buat kejayaan dan juga bukan shalat yang menyebabkan kau kaya dan sejahtera, yang menyebabkan kau kaya dan juga sejahtera merupakan keinginan, bekerja keras, bekerja pintar, dan juga berupaya.
shalat cuma –maaf saya mengenakan kosa kata “hanya”– menyebabkan kekayaan, keberhasilan, dan juga kesuksesan yang diraih, jadi berkah, yummy dinikmati hasilnya.
karna banyak, kekayaan yang tidak mendatangkan keberkahan buat pemiliknya. karna banyak kesuksesan yang tidak mendatangkan kenikmatan buat sang penggenggamnya.
jawaban kedua, bahwa seorang sukses dunia, lagi beliau tidak shalat, sampai beliau sanggup lebih jaya bahwa beliau shalat. bahwa seorang sulit, lagi beliau shalat, sampai beliau tambah sulit bahwa tidak shalat.
jawaban ketiga, perkara yang demikian itu, “mengapa sang fulan tidak shalat tetapi senantiasa jaya sebaliknya sang fulan shalat tetapi tidak jaya”, merupakan perkara yang cengeng.
kunci seluruhnya merupakan koreksi diri, jujur diri, dan juga revisi diri. koreksi mengapa sampai begitu. mengapa kok sudah shalat senantiasa miskin. sanggup jadi, kita benar shalat, tetapi kita malas berupaya. berharap rezeki turun dari langit, blek, begitu.
dapat jadi kita benar shalat, tetapi sajadah kita, rumah kita, dibuat melalui benda yang haram. sanggup jadi pula, kita benar shalat, tetapi disaku kita ada isim, dirumah kita ada jimat, ya percuma shalatnya. tidak diterima! !
lalu mengapa teman sukses? itu yang wajib kita pelajari, bukan malah kita irikan. intip diam-diam jalur hidupnya. intip diam-diam kecil kesuksesannya.
tetapi demi allah, tidak terdapat kebahagian orang yang kaya tetapi tidak shalat. terlebih apabila kekayaan itu beliau bisa dari memiskinkan teman . dan juga demi allah pula, tidak seluruh orang yang kaya merupakan orang yang bahagia. itu mah penglihatan kita aja.
kita tidak ketahui, banyak yang rumahnya luas, banyak yang rumahnya megah, tetapi rumah itu jadi lautan air mata tidak senang. banyak yang mempunyai duit banyak, tetapi kesimpulannya duit yang banyak itu malah jadi malapetaka buat pribadinya dan juga keluarganya.
coba perhatikan ihwal berikut ini. ketika sebelum mempunyai duit, sang fulan hidupnya simpel. setelah mempunyai duit banyak, beliau jadi sombong, beliau main judi, beliau main perempuan, beliau malah tambah haus dengan duit: merupakan ihwal yang bisa jadi aja terjalin.
jadi, dalam kehidupan ini, jangan memandang kaya dan juga miskinnya, tetapi lihatlah keberkahaannya. kaya, tidak berkah, merupakan jauh lebih mengidap daripada sekadar miskin tetapi hidup penuh ketenangan.
saat ini, tidak harus lagi bertanya perkara cengeng tersebut. malah kita wajib meyakinkan jika kita sanggup kaya, sanggup pula hening dan berkah, dengan shalat, dan juga dengan menyebabkan kekayaan kita itu berkah pula buat orang banyak.
mudah - mudahan kita dan juga keluarga kita diberi allah kekokohan buat memelihara shalat. aamiin 🙂
( sumber: wajibbaca. com )

