dilansir tribunjakarta. com jikalau kurbannya itu merupakan kurban nadzar, sampai orang yang berkurban dihentikan memakannya.
demikian pula dengan orang - orang yang harus beliau beri nafkah. orang yang berkurban karna nadzar sampai seluruh daging binatang kurbannya harus disedekahkan.
tetapi jikalau kurban itu merupakan kurban sunnah, sampai orang yang berkurban itu diajarkan semoga memakan sebagian dagingnya.
terlebih lagi afdhal menurutnya buat memakan satu suapan dari daging kurbannya itu buat mengambil berkah dari ibadah kurbannya.
bersumber pada firman allah swt,
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
dalam suatu hadits disebutkan, “ketika rasulullah saw berulang, beliau memakan hati binatang kurbannya”. (hr. al - baihaqi).
ustaz abdul somad sehabis itu menarangkan soal sunnah rasul.
kata ia, seseorang yang berkurban lebih baik memakan hati binatang yang dikurbankan.
“yang amat afdol bahwa ingin turut sunnah, begitu tuntas shalat (idul adha) , kembali, motong, eksklusif belah ambil hatinya, potong sesuap, mencuci, kasih garam, bakar sebentar aja, kala matang eksklusif makan hatinya, itu yang dicoba nabi, ” tuturnya dilansir tribunjakarta. com dari youtube pada kamis (16/8/2018).
“kenapa tidak dagingnya? dagingnya lama, teksturnya keras, matangnya lama, tetapi bahwa hatinya lunak, eksklusif potong, bakar dan juga makan, ” ucapnya.
nah, gres sehabis itu sisanya yaitu mulai dari daging, kulit, kaki, kepala dan juga sebagainya, dibagikan kepada fakir miskin.
“bagikan ke fakir, best (tersadu) , amat anggun makan hatinya sedikit, bagikan, ” tambahnya.
ustaz abdul somad sehabis itu memperlihatkan trik kedua yang sanggup dicoba oleh orang yang berkurban terhadap daging kurbannya tersebut.
ialah, orang yang berkurban boleh memakan daging kurbannya, tetapi tidak lebih dari sepertiga penggalan aja.
“setelah dipotong, sebetulnya itu jatahnya sepertiga, sepertiga buat yang berkurban, sepertiga buat teman, saudara, orang sebelah, keluarga, sepertiga lagi buat fakir miskin, ” bebernya.
buat itu, kata ia, jikalau yang berkurban sepanjang ini kerap menemukan 2 ataupun 3 kupon, tidak permasalahan.
“jadi pembagian kita sepanjang ini, antara - antara, tidak yang sangat sedikit, tidak yang sangat banyak, tidak yang sangat afdol, tidak sepertiga, bisa 2 kupon ambilah, 3 kupon tidak permasalahan, ” tambahnya.
tetapi, kata ia, tentu aja wacana itu senantiasa dihentikan melebihi sepertiganya.
“selama jangan lebih dari sepertiga, bahwa lebih kita ambil dari sepertiga, kita sudah makan jatah sahabat , haram. tetapi jangan gara - gara ini, seluruhnya memohon sepertiga, ” tutupnya.
( sumber: tribunnews. com )

